Hai kamu yang
sedang patah hati,
pernahkah kamu
berfikir tentang aku yang mati-matian berusaha membuatmu tersenyum?
Yang kamu tau
hanya rasa sakit yang sengaja kamu tahan di hatimu, hanya karena dia yang
semenit membuatmu tertawa tapi satu jam membuatmu lara.
Disini aku yang
seharian penuh berusaha membuatmu lupa, membuatmu tertawa, sepertinya tak kasat
mata.
Hai kamu yang
menutup mata dan telinga,
dengarkan aku
barang sedetik saja, bebaskan hatimu, buang semua amarahmu.
Dia bukan satu-satunya juga bukan
segalanya.
Buka matamu, lihatlah aku yang ikut
menangis saat kamu menangis, diam-diam ikut tersenyum saat kamu bahagia.
Hai kamu yang
sekarang jauh disana,
mungkin aku hanya
bayang-bayang atau sekedar angin yang tak sengaja berhembus padamu.
Tapi, tidakkah
aku melindungimu dari panas matahari dan menyejukkanmu.
Kita tak sedekat
nadi atau sejauh matahari, ku harap kamu merasakan kehadiranku yang mungkin
bisa menggantikan dia yang membuatmu patah.
Hai kamu
sahabatku,
bolehkah aku
memanggilmu begitu? Agar aku senantiasa bisa menghiburmu tanpa membuatmu tak
nyaman.
Untuk menutupi
semua rasa bersalah dalam diri ini karena diam-diam menyimpan sayang padamu.
Sung-rin
01/08/17 14.43
0 komentar:
Posting Komentar